RI Perjuangkan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Asean


Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA) ke-32  digelar Phnom Penh, Kamboja pada 18-24 Sept 2011. Dalam pertemuan ini, AIPA juga mengundang beberapa negara Asia, seperti Cina, India , serta negara-negara Eropa dan Amerika sebagai pemantau.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua DPR Marzuki Alie. Salah satu misi penting yang diperjuangkan delegasi Indonesia adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Asean, khususnya dalam pertemuan-pertemuan AIPA. Indonesia optimis memperjuangkan bahasa Indonesia menjadi bahas resmi Asean karena sebagian besar warga Asean adalah bangsa yang mengenal bahasa Melayu.
Marzuki juga didampingi perwakilan dari berbagai fraksi dan komisi DPR sebagai studi banding. "Dengan dinamika dunia politik Indonesia, demi kesejahteraan rakyat, diharapkan dari pertemuan ini, legislatif bisa semakin menyadari perlunya meningkatkan kerjasama yang baik dengan eksekutif," kata Marzuki.
Dalam pertemuan ini, hampir seluruh parlemen negara Asean sepakat untuk berpartisipasi aktif dalam pertemuan tahunan antar parlemen. Para anggota DPR dari berbagai negara ASEAN ini terbagi dalam beberapa  rapat dan komisi, seperti politik, ekonomi, sosial dan organisasi. Salah satu pembahasan penting dalam AIPA adalah peran perempuan dalam pengambilan keputusan penting di negara, terutama parlemen Asean.
Indonesia sendiri terpilih sebagai presiden dan penyelenggara AIPA ke-33 . Rencananya AIPA ke-33 ini akan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada September 2012.

Sumber: http://tvonenews.tv

0 komentar:

Posting Komentar